Tim Sagara Polinema Lolos P2MW hingga KMI Expo 2025

Wirausahain – December 17, 2025. Tim Sagara, perwakilan dari ETU Polinema (Politeknik Negeri Malang) telah mencatat capaian yang jarang terjadi dalam satu musim kompetisi: lolos seleksi proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) “tahapan usaha berkembang/bertumbuh”, mendapat pendanaan, lalu melaju ke ajang nasional Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2025 di Universitas Tidar, Magelang. KMI Expo sendiri adalah panggung tahunan tempat wirausaha mahasiswa dari seluruh Indonesia bertemu untuk berkompetisi, memamerkan produk, dan membangun jejaring.

Di balik capaian ini, Tim Sagara (EsTeh Sagara) menekankan satu hal: mereka tidak memulai dengan target “harus juara”, melainkan mengincar pengalaman dan proses. Namun, justru karena disiplin mengikuti alur program yaitu dari proposal, pendanaan, hingga kesiapan pameran, hasil akhirnya melampaui ekspektasi.

Dari seleksi proposal P2MW sampai tiket tampil di KMI Expo

Tim Sagara pada KMI Expo XVI 2025
Tim Sagara pada KMI Expo XVI 2025

P2MW adalah jalur pendanaan dan pembinaan usaha mahasiswa yang berujung pada seleksi peserta KMI Expo. Mekanismenya berlapis: setelah pendanaan, ada penilaian kemajuan (PKP) dan seleksi untuk menentukan tim yang berhak tampil di KMI Expo serta mengikuti penilaian KMI Award.

Pada 2025, KMI Expo (KMI Expo XVI) digelar 19–21 November di Universitas Tidar, Magelang. Secara nasional, ajang ini diikuti ratusan tim terpilih: 265 perguruan tinggi dan 475 kelompok usaha mahasiswa dinyatakan berhak mengikuti rangkaian KMI Expo 2025.

Strategi Tim Sagara: “daftar saja dulu, cari lomba tiap hari”

Dari wawancara, jalur Tim Sagara ke KMI Expo berawal dari kebiasaan yang sederhana tetapi konsisten: mendaftar ke banyak program kewirausahaan yang mereka temukan. Mereka aktif mencari informasi setiap hari, dan dosen pembimbing juga ikut membantu mencarikan peluang sampai akhirnya mereka masuk seleksi dan dinyatakan lolos pendanaan P2MW.

Mereka juga menekankan realitas seleksi yang ketat: dari ribuan pendaftar proposal P2MW, hanya ratusan yang bisa lolos (angka yang mereka sebutkan: sekitar 4.700 pendaftar dan 700-an yang lolos). Target awal mereka bukan “menang”, melainkan “dapat pengalaman” yang kemudian berkembang menjadi capaian pendanaan dan kesempatan tampil di panggung nasional.

Tantangan terbesar: proposal dan kesiapan data

Kirab Budaya KMI Expo 2025 digelar di Magelang.
Kirab Budaya KMI Expo 2025 digelar di Magelang.

Menurut Tim Sagara, bagian tersulit bukan sekadar produksi atau jualan, tetapi menyusun proposal dan memastikan semua data siap (biaya, rencana operasional, hingga bukti pendukung). Ini relevan untuk banyak UMKM: ketika peluang pendanaan/kurasi muncul, yang sering membuat tertinggal bukan idenya, melainkan dokumentasinya.

Mereka bahkan mengakui masuk ke KMI Expo cukup “dadakan”. Namun, karena mampu mengeksekusi kebutuhan administrasi dan kesiapan pameran tepat waktu, rangkaian kegiatan tetap berjalan lancar.

Dampak kemenangan di KMI Expo: validasi, relasi, dan akselerasi usaha

KMI Expo bukan hanya pameran; ada kompetisi, penilaian (KMI Award), dan aktivitas jejaring yang mempertemukan peserta dengan kampus lain serta ekosistem kewirausahaan.

Dari perspektif bisnis, dampak paling terasa bagi tim seperti Sagara biasanya ada di tiga hal:

  • Validasi pasar & positioning: produk diuji di hadapan publik luas, bukan hanya lingkungan kampus.

  • Relasi lintas kampus dan pembina: jejaring terbentuk cepat karena semua peserta berada pada konteks yang sama.
  • Modal dan keberanian untuk scale: pendanaan awal dan eksposur membuat keputusan ekspansi terasa lebih “masuk akal”, bukan sekadar nekat.

Pesan mereka juga tegas dan relevan untuk wirausaha pemula:

Yang penting mulai aja dulu. Sebagus apa pun konsep bisnis, kalau bisa mengeksekusi….
-Fahza (Tim Sagara)

Rencana berikutnya: bantu mahasiswa siap dari jauh hari

Setelah melalui siklus seleksi dan pameran, Tim Sagara ingin mendorong mahasiswa lain untuk mempersiapkan diri lebih awal, jauh sebelum lomba atau program dibuka. Fokusnya bukan semata ikut-ikutan kompetisi, tetapi membangun kebiasaan menyiapkan data dan materi usaha secara rapi, sehingga ketika kesempatan datang, eksekusinya tidak panik.

Outlet baru Sagara kini hadir di Poli9 Cafe, tepat di depan Graha Polinema.
Outlet baru Sagara kini hadir di Poli9 Cafe, tepat di depan Graha Polinema.

Susunan Tim dan Pembimbing

Anggota Tim Sagara (ETU Polinema):

  • Fahza Tolab Alim Eka (D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi)

  • Sigit Harjianto (D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi)

  • Daffa Sirajudin Prijambodo (D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi)

  • Mohammad Agung Nur Fa’izi (D4 Keuangan)

Dosen Pembimbing:

  • Larasati Amalia, SST., MT

  • Ayu Sulasari, SE, MM

  • Suselo Utoyo, ST., MMT

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments